Thursday, August 18, 2016

Detoks Tubuh Cara Efektif Turunkan Berat Badan

Apa itu detoksifikasi ?
Detoksifikasi adalah proses alami tubuh untuk mengeluarkan atau menetralkan racun yang dihasilkan dari fungsi biokimia melalui usus, hati, ginjal, paru-paru, kelenjar getah bening dan kulit, Detoksifikasi yang benar adalah dengan cara berpuasa yang benar, bukan dengan memakai obat. karena ketika berpuasa secara alami fungsi detoksifikasi bekerja lebih intens.


Manfaat Detoks :
  1. Pengendalian berat badan
  2. Memperbaiki kondisi kulit dan rambut
  3. Memperbaiki proses pencernaan
  4. memperbaiki kekebalan tubuh
  5. Memperbaiki peradangan
  6. memperbaiki ketahanan terhadap infeksi dan reaksi alergi
  7. memperbaiki tingkat energi
  8. memperbaiki fungsi mental dan kejernihan pikiran
  9. memperbaiki kualitas tidur
  10. memperbaiki fungsi liver dan ginjal
  11. memperbaiki selera, makan
Jenis-jenis detoks:
Puasa adalah metode detoks yang paling tua, paling aman dan paling efektif. Jenis detoks yaitu :
  • Water Fasting : puasa hanya minum air putih yang disuling (distilled water)
  • Juice Fasting : Puasa hanya minum buah dan sayuran yang di juice.
  • Smart Fasting : Puasa dengan memakai produk khusus detox dengan nutrisi yang sudah di sesuaikan dengan program detox. Cara ini paling simpel dan mudah karena produknya sudah bersertifikat bintang 5 dan terbukti sudah bertahan selama 40 tahun. Info lengkap Smart fasting bisa baca : disini 
http://imamwijayanto.smartdetoxportal.com/index.php?m=33&mm=produkdetail&id=15#.Whd-KXlx2M8

      Mengapa kita perlu detoks ?
    Apa yang anda rasakan saat bangun tidur di pagi hari? Segar, penuh energi, dan siap beraktifitas? Atau sebaliknya lelah , dan lesu seperti tidak ada energi? Jika ini yang anda rasakan, jangan anggap ketidaknyamanan tersebut masalah kecil. Begitu juga sakit kepala, nyeri otot, dan sendi, gangguan pencernaan, masalah kulit, dan bahkan perasaan hampa, tidak berguna, tersinggung, marah dan sedih yang sering kita sikapi sebagai hal normal. Jika keadaan ini terjadi terus-menerus dapat menjadi indikasi ketidakmampuan tubuh mengatasi racun dalam tubuh.

    Apapun yang masuk ke dalam tubuh kita jika tidak dapat digunakan tubuh secara nutrisi akan diperlakukanj sebagai racun. Disadari atau tidak, dari hari kehari tubuh kita terus menabung racun yang berasal dari makanan yang kita makan, dari air yang kita minum, dan bahkan dari udara yang kita hirup. Racun akan bersikulasi dalam darah dan getah bening,merusak sel serta jaringan sekitarnya, dan akhirnya menyebabkan penyakit kronis yang tidak saja mempengaruhi fisik kita tapi juga mental.
    http://bit.ly/smartdetox-id


    Buang air besar, buang air kecil, dan mengeluarkan keringat setiap hari bukan jaminan bahwa detoksifikasi yang dilakukan tubuh kita sudah cukup. Lambung yang terus menerus dijejali makan buruk seperti protein hewan berlebihan, lemak buruk, dan makanan yang sudah yidak mempunya enzim akibat sering dipanaskan atau diproses berlebihan akan membuat pankreas yang berfungsi penting dalam proses pencernaan bekerja keras dan menyebabkan pankreas membesar abnormal. Usus besar akan menjadi tebal dengan kotoran pekat yang dapat meracuni aliran darah. Aliran darah ini akan membawa racun ke liver, akibatnya liver membengkak dan meregang karena kelelahan mengurus racu-racun dari efek pola makan buruk, juga racun dari obat-obatan dan zat-zat sintetis lainnya.

    Sel-sel tubuh kita memperoleh makanan dari darah. Darah memperoleh makanan dari usus. Setiap zat yang dikonsumsi oleh tubuh diserap melalui dinding-dinding usus dan kemudian didistribusikan oleh darahke setiap sel-sel tubuh. Jika ada racun dalam saluran usus, racun tersebut akan terserap dan ikut beredar bersama darah keseluruh tubuh. Melalui darah, zat-zat toksik tersebuta akan masuk ke jaringan, memicu terjadinya berbagai kondisi penyakit degeneratif akut dan kronis, juga tubuh akan kekurangan energi dan mengalami penuaan dini, termasuk menekan sistem kekebalan tubuh.

    Dalam kondisi seperti inilah diperlukan terapi atau program detoks tambahan untuk membantu tubuh meminimalkan molekul berbahaya tersebut dan memberi kesempatan pada sel-sel tubuh untuk memperbaiki diri agar berfungsi kembali dengan baik.

    Tuesday, August 9, 2016

    Cara Makan Sayur Yang Enak

    Salah satu syarat untuk sehat adalah makan sayuran setiap hari dalam jumlah yang banyak. Kalau untuk mempertahankan kesehatan minimal 3 porsi sayuran dan 2 porsi buah harus dimakan setiap hari. Ukuran porsi sayur adalah 90 -100gr per makan, jadi kalau dibawah itu masih dianggap kurang untuk menjaga kesehatan. Dengan kondisi tersebut maka kita butuh "pendorong" yang cukup kuat agar sayuran bisa masuk kedalam tubuh dan rasanya enak.



    Saya bersyukur bahwa di Indonesia banyak sekali sayuran yang menyehatkan dan rasanya enak. Sayur-sayur favorit khas Indonesia yang enak dan sehat adalah pecel, gado-gado, karedok. Ketiga sayur ini memiliki kesamaan yaitu bumbunya yang enak dan terbuat dari kacang tanah. Agar sayuran tetap sehat maka kita memerlukan bumbu yang sehat juga. Dan kriteria sehat untuk bumbunya adalah tidak digoreng menggunakan minyak alias harus di sangrai atau di oven. Selain itu kita juga harus memastikan sayuran dicuci dengan bersih agar kuman dan peatisida bisa hilang dari sayurannya.
    http://imamwijayanto.smartdetoxportal.com/index.php?m=33&mm=produkdetail&id=15#.Whd-KXlx2M8


    Untuk itu kita harus membuat sendiri dirumah. Untuk bumbunya sekarang sudah ada bumbu merk Shohya yang dibuat dengan cara disangrai dan juga semua bahan yang dipakai alami tanpa bahan pengawet. Salah satu yang memuat bumbu merk Shohya sehat juga adalah penggunaan gula aren yang memiliki indeks glikemik sedang. Maka semakin lengkaplah untuk membuat tubuh kita sehat. Pernah mencobanya? Rasanya juara banget seperti kita beli di warung favorit kita. Nih tampilannya, dan juga ada bumbu siomay siap saji sehingga membuat kita mudah membuat siomay dirumah. Untuk order bisa online melalui www.shohya.com atau www.tokopedia.com/tokofigo apabila ingin membeli lewat tokopedia.


    http://www.shohya.com/products/bumbu-siomay/